Saturday, April 29, 2017

Koleksi Foto Bugil Jilbobs Hot




Malam minggu hampa tanpa seks, buat kamu yag kesepian nih mimin ada obatnya. Pastinya buat malam minggu kalian semua lebih hot dan gak siasia. Cekidot....
Gadis SMA Pamer tetek nih



Gambar terkait



Gambar terkait




Gambar terkait



Hasil gambar untuk jilbobs bugil




Gambar terkait



Gambar terkait



Gambar terkait


Gimana guys?? Masih Kurang?
Sekian dulu ya dari mimin malam ini, udah ga tahan soalnya hehehe
Salam crott.....



Desahan Dwi, Teman Kuliah

Cerita yang ga kalah buat makin tegang malam minggu kalian semua guys, salam crott

Gambar terkait
Kenalkan, namaku Tama. Aku adalah seorang mahasiwa tingkat 3 di sebuah perguruan negeri tinggi di Kota Bandung. Postur tubuhku biasa saja, tinggi 173 cm dengan
berat 62 kg, namun karena aku ramah, lumayan pintar, serta lumayan kaya maka aku
cukup terkenal di kalangan adik maupun kakak kelas jurusanku. Pagi itu aku tergesa – gesa memarkir Honda Accordku di parkiran kampus. Setengah berlari aku menuju ke gedung kuliah yang berada sekitar 400 m dari parkiran tersebut,
sambil mataku melirik ke jam tangan Albaku yang telah menunjukkan pukul 8.06. Shit..! Kalau saja tadi malam aku tidak nekat menonton pertandingan bola tim favoritku (Chelsea) sampai pukul 2 larut malam pasti
aku tidak akan terlambat seperti ini.

“Kalau saja pagi ini bukan Pak Noel yang mengajar, tentu saja aku masih berjalan
santai menuju ruang kuliah. Ya, Pak Noel yang berusia sekitar 40 tahunan memang sangat keras dalam urusan disiplin, terlambat sepuluh menit saja pastilah pintu ruangan kuliah akan dikuncinya. Kesempatan “titip absen” pun nyaris tidak ada karena ia hampir selalu mengecek daftar peserta hadir. Parahnya lagi, kehadiran minimal 90% adalah salah satu prasyarat untuk dapat lulus dari mata kuliah ajarannya.” Tersentak dari lamunanku, ternyata tanpa sadar aku sudah berada di gedung kuliah,
namun tidak berarti kesulitanku terhenti sampai disini. Ruanganku berada di lantai 6,
sedangkan pintu lift yang sedari tadi kutunggu tak kunjung terbuka. Mendadak, dari belakang terdengar suara merdu menyapaku. “Hai Tama..!” Akupun menoleh, ternyata yang menyapaku adalah adik angkatanku yang bernama Dwi. “Hai juga” jawabku sambil lalu karena masih dalam keadaan panik. “Kerah baju kamu terlipat tuh” kata Dwi. Sadar, aku lalu membenarkan posisi kerah kemeja putihku serta tak lupa mengecek kerapihan celana jeansku. “Udah, udah rapi kok. Hmm, pasti kamu buru – buru ya?” kata Dwi lagi. “Iya nih, biasa Pak Noel” jawabku. “Mmh” Dwi hanya menggumam.

Setelah pintu lift terbuka akupun masuk ke dalam lift. Ternyata Dwi juga melakukan hal yang sama. Didalam lift suasananya sunyi hanya ada kami berdua, mataku iseng
memandangi tubuh Dwi. Ternyata hari itu ia tampil sangat cantik. Tubuh putih mulusnya
setinggi 167 cm itu dibalut baju kaos Gucci pink yang ketat, memperlihatkan branya yang berwarna hitam menerawang dari balik bajunya. Sepertinya ukuran payudaranya
cukup besar, mungkin 34D. Ia juga mengenakan celana blue jeans Prada yang cukup ketat. Rambutnya yang lurus sebahu terurai dengan indahnya. Wangi parfum yang
kutebak merupakan merk Kenzo Intense memenuhi udara dalam lift, sekaligus seperti
beradu dengan parfum Boss In Motion milikku. Hmm pikirku, pantas saja Dwi sangat
diincar oleh seluruh cowo di jurusanku, karena selain ia masih single tubuhnya juga
sangat proporsional. Lebih daripada itu prestasi akademiknya juga cukup cemerlang.
Namun jujur diriku hanya menganggap Dwi sebagai teman belaka. Mungkin hal itu
dikarenakan aku baru saja putus dengan pacarku dengan cara yang kurang baik, sehingga aku masih trauma untuk mencari pacar baru.

Tiba – tiba pintu lift membuka di lantai 4. Dwi turun sambil menyunggingkan senyumnya
kepadaku. Akupun membalas senyumannya. Lewat pintu lift yang sedang menutup aku
sempat melihat Dwi masuk ke sebuah ruang studio di lantai 4 tersebut. Ruang tersebut
memang tersedia bagi siapa saja mahasiwa yang ingin menggunakannya, AC didalamnya
dingin dan pada jam pagi seperti ini biasanya keadaannya kosong. Aku juga sering tidur didalam ruangan itu sehabis makan siang, abisnya sofa disana empuk dan enak sih. Hehehe… Setelah itu lift pun tertutup dan membawaku ke lantai 6, tempat ruang kuliahku berada. 

Segera setelah sampai di pintu depan ruang kuliahku seharusnya berada, aku tercengang
karena disana tertempel pengumuman singkat yang berbunyi “kuliah Pak Noel
ditunda sampai jam 12. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Ttd: Tata Usaha
Departemen” Sialan, kataku dalam hati. Jujur saja kalau pulang lagi ke kostan aku malas, karena takut tergoda akan melanjutkan tidur kembali. Bingung ingin melakukan apa selagi menunggu, aku tiba – tiba saja teringat akan Dwi. Bermaksud ingin membunuh waktu dengan ngobrol bersamanya, akupun bergegas turun kelantai 4 sambil berharap kalau Dwi masih ada disana.

Sesampainya di lantai 4 ruang studio, aku tidak tahu apa Dwi masih ada didalam atau
tidak, karena ruangan itu jendelanya gelap dan ditutupi tirai. Akupun membuka pintu,
lalu masuk kedalamnya. Ternyata disana ada Dwi yang sedang duduk disalah satu sofa
didepan meja ketik menoleh ke arahku, tersenyum dan bertanya 

“Hai Tama, ngga jadi kuliah?” “Kuliahnya diundur” jawabku

singkat. Iapun kembali asyik mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Aku memandang
berkeliling, ternyata ruangan studio selebar 4X5 meter itu kosong, hanya ada suaraku, suara Dwi, dan suara AC yang bekerja. Secara tidak sadar aku mengunci pintu, mungkin karena ingin berduaan aja dengan Dwi.
Maklum, namanya juga cowo, huehehe… Penasaran, aku segera mendekati Dwi. 

“Hi Dwi, lagi ngapain sendirian disini?” “Oh, ini lagi ngerjain tugas. Abis dihimpunan rame banget sih ,jadi aku ga bisa konsentrasi.” “Eh, kebetulan ada Tama, udah pernah ngambil kuliah ini kan?” Tanya Dwi sambil memperlihatkan tugas di layar laptopnya. Aku mengangguk singkat. “Bisa ajarin Dwi ngga caranya, Dwi dari tadi gak ketemu cara ngerjainnya nih?” pinta Dwi. Akupun segera mengambil tempat duduk disebelahnya, sambil mengajarinya cara pengerjaan tugas tersebut. Daripada aku bengong, pikirku. Mulanya saat kuajari ia belum terlalu mengerti, namun setelah beberapa lama ia segera paham dan tak lama berselang tugasnya pun telah selesai.
“Wah, selesai juga. Ternyata gak begitu susah ya. Makasih banget ya Tama, udah ngerepotin kamu.” Kata Dwi ramah. Iapun menutup laptop Toshibanya dan mengemasnya. 

“Apa sih yang ngga buat cewe tercantik di jurusan ini” kataku sekedar iseng menggoda. Dwi pun malu bercampur gemas mendengar perkataanku, dan secara tiba – tiba ia berdiri sambil berusaha menggelitiki pinggangku. Aku yang refleksnya memang sudah terlatih dari olahraga karate yang kutekuni selama ini pun dapat menghindar, dan secara tidak sengaja tubuhnya malah kehilangan keseimbangan serta pahanya mendarat
menduduki pahaku yang masih duduk. Secara tidak sengaja tangan kanannya yang tadinya
ingin menggelitikiku menyentuh kemaluanku. Spontan, adik kecilku pun bangun. “Iih, Tama kok itunya tegang sih?” kata Dwi sambil membenarkan posisi tangannya. “Sori ya”
kataku lirih. Kami pun jadi salah tingkah, selama beberapa saat kami hanya saling
bertatapan mata sambil ia tetap duduk di pangkuanku. 

Melihat mukanya yang cantik, bibirnya yang dipoles lip gloss berwarna pink, serta
matanya yang bulat indah membuatku benar – benar menyadari kecantikannya. Ia pun
hanya terus menatap dan tersenyum kearahku. Entah siapa yang memulai, tiba – tiba kami sudah saling berciuman mulut. Ternyata ia seorang pencium yang hebat, aku yang sudah berpengalamanpun dibuatnya kewalahan. Harum tubuhnya makin membuatku horny dan membuatku ingin menyetubuhinya. Seolah mengetahui keinginanku, Dwi pun merubah posisi duduknya sehingga ia duduk di atas pahaku dengan posisi berhadapan, daerah vaginanya yang masih ditutupi oleh celana jenas menekan penisku yang juga masih berada didalam celanaku dengan nikmatnya. 

Hasil gambar untuk desah teman kuliah bugil

Bagian dadanya pun seakan menantang untuk dicium, hanya berjarak 10 cm dari wajahku. Kami berciuman kembali sambil tanganku melingkar kepunggungnya dan memeluknya erat sekali sehingga tonjolan dibalik kaos ketatnya menekan dadaku yang bidang. “mmhh.. mmmhh..” hanya suara itu yang dapat keluar dari bibir kami yang saling beradu.
Puas berciuman, akupun mengangkat tubuh Dwi sampai ia berdiri dan menekankan tubuhnya ke dinding yang ada dibelakangnya. Akupun menciumi bibir dan lehernya, sambil meremas – remas gundukan payudaranya yang terasa padat, hangat, serta memenuhi
tanganku. “Aaah, Tama…” Erangannya yang manja makin membuatku bergairah. Kubuka kaos serta branya sehingga Dwi pun sekarang telanjang dada. Akupun terbelalak melihat kecantikan payudaranya. Besar, putih, harum, serta putingnya yang berwarna pink itu terlihat sedikit menegang. 

“Tama…” katanya sambil menekan kepalaku kearah payudaranya. Akupun tidak menyia – nyiakan kesempatan baik itu. Tangankupun meremas, menjilat, dan mencium kedua belah payudaranya. Kadang bibirku mengulum putting payudaranya. Kadang bongkahan payudaranya kumasukkan sebesar mungkin kedalam mulutku seolah aku ingin menelannya, dan itu membuat badan Dwi menggelinjang. 
“Aaahh… SShhh…” aku mendongak keatas dan melihat Dwi sedang menutup matanya sambil bibirnya mengeluarkan erangan menikmati permainan bibirku di payudaranya. Seksi sekali dia saat itu. Putingnya makin mengeras menandakan ia semakin bernafsu akan “pekerjaanku” di dadanya.

Puas menyusu, akupun menurunkan ciumanku kearah pusarnya yang ternyata ditindik itu. Lalu ciumanku makin mengalir turun ke arah selangkangannya. Akupun membuka jeansnya, terlihatlah celana dalamnya yang hitam semi transparan itu, namun itu tak cukup untuk menyembunyikan gundukan vaginanya yang begitu gemuk dari pandanganku. Akupun mendekatkan hidungku ke arah vaginanya, tercium wangi khas yang sangat harum. Ternyata Dwi sangat pintar dalam menjaga bagian kewanitaannya itu. Sungguh beruntung diriku dapat merasakan miliknya Dwi. Akupun mulai menyentuh bagian depan celana dalamnya itu. Basah. Ternyata Dwi memang sudah horny karena servisku. Jujur saja aku merasa deg – degan karena selama ini aku belum pernah melakukan seks dengan kedelapan mantan pacarku, paling hanya sampai taraf oral seks. Jadi ini boleh dibilang pengalaman pertamaku. 

Dengan ragu – ragu akupun menjilati celana dalamnya yang basah tersebut. 
“Mmhhh… Ooggghh…” Dwi mengerang menikmati jilatanku. Ternyata rasa cairan kewanitaan Dwi gurih, sedikit asin namun enak menurutku. Setelah beberapa lama menjilati, ternyata cairan kewanitaannya makin banyak meleleh. “Buka aja celana dalamku” kata Dwi. Mendengar restu tersebut akupun menurunkan celana dalamnya sehingga sekarang Dwi benar – benar bugil, sedangkan aku masih berpakaian lengkap. Benar – benar pemandangan yang indah. Vaginanya terpampang jelas di depan mataku, berwarna pink kecoklatan dengan bibirnya yang masih rapat. Bentuknya pun indah sekali dengan bulunya yang telah dicukur habis secara rapi. Bagai orang kelaparan, akupun segera melahap vaginanya, menjilati bibir vaginanya sambil sesekali menusukkan jari tengah dan jari telunjukku ke dalamnya. Berhasil..! 

Aku menemukan G-Spotnya dan terus memainkannya. setelah itu Dwi terus menggelinjang, badannya mulai berkeringat seakan tidak menghiraukan dinginnya AC di ruangan ini. “Emmh, please don’t stop” kata Dwi dengan mata terpejam. “OOuucchh…” Rintih Dwi di telingaku sambil matanya berkerjap-kerjap merasakan nikmat yang menjalari tubuhnya.
”Ssshhh…Ahhh”, balasku merasakan nikmatnya vagina Dwi yang makin basah. Sambil terus meremas dada besarnya yang mulus, adegan menjilat itu berlangsung selama beberapa menit. Tangannya terus mendorong kepalaku, seolah menginginkanku untuk menjilati vaginanya secara lebih intens. Pahanya yang putih pun tak hentinya menekan kepalaku. Tak lama kemudian, “Uuuhhh.. Dwi mau ke… lu… ar…” seiring erangannya vaginanya pun tiba – tiba membanjiri mulutku mengeluarkan cairan deras yang lebih kental dari sebelumnya, namun terasa lebih gurih dan hangat. Akupun tidak menyia – nyiakannya dan langsung meminumnya sampai habis. “Slruuppp…” suaranya terdengar nyaring di ruangan tersebut. 

Nafas Dwi terdengar terengah – engah, ia menggigit bibirnya sendiri sambil seluruh tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri. Setelah tubuhnya berhenti bergetar
dan jepitan pahanya mulai melemah akupun berdiri dan mencium bibirnya, sehingga ia
merasakan cairan cintanya sendiri. “Mmhh, Tama… makasih ya kamu udah bikin Dwi keluar.” “kamu malah belum buka baju sama sekali, curang” kata Dwi. “Gantian sini.”
Setelah berkata lalu Dwi mendorong tubuhku sehingga aku duduk diatas sofa. Iapun
berjongkok serta melepaskan celana jeans serta celana dalamku. Iapun kaget melihat
batang penisku yang berukuran cukup “wah.” Panjangnya sekitar 16 cm dengan
diameter 5 cm. kepalanya yang seperti topi baja berwarna merah tersentuh oleh jemari
Dwi yang lentik. “Tama, punya kamu gede banget…” setelah berkata maka Dwi langsung
mengulum kepala penisku. Rasanya sungguh nikmat sekali. “mmh Dwi kamu nikmat banget…” kataku. 

Iapun menjelajahi seluruh penjuru penisku dengan bibir dan lidahnya, mulanya lidahnya berjalan menyusuri urat dibawah penisku, lalu bibirnya yang sexy mengulum buah zakarku. “aah… uuhh… ” hanya itu yang dapat kuucapkan. Lalu iapun kembali ke ujung penisku dan berusaha memasukkan penisku sepanjang – panjangnya kedalam mulutnya. Akupun mendorong kepalanya dengan kedua belah tangannya sehingga batang penisku hampir 3/4nya tertelan oleh mulutnya sampai ia terlihat hamper tersedak. Sambil membuka bajuku sendiri aku mengulangi mendorong kepalanya hingga ia seperti menelan penisku sebanyak 5 – 6 kali. Puas dengan itu ia pun berdiri dan duduk membelakangiku, tangannya membimbing penisku memasuki liang kemaluannya. “Tama sayang, aku masukin ya..” kata Dwi bergairah.

Lalu iapun menduduki penisku, mulanya hanya masuk 3/4nya namun lama – lama seluruh batang penisku terbenam ke dalam liang vaginanya. Aah, jadi ini yang mereka katakan kenikmatan bercinta, rasanya memang enak sekali pikirku. Iapun terus menaik – turunkan vaginanya sambil kedua tangannya bertumpu pada dadaku yang bidang. 
“Plak.. plak… plak.. sruut.. srutt..” bunyi paha kami yang saling beradu ditambah
dengan cairan kewanitaannya yang terus mengalir makin menambah sexy suasana itu. Sesekali aku menarik tubuhnya kebelakang, sekedar mencoba untuk menciumi lehernya yang jenjang itu. Lehernya pun menjadi memerah di beberapa tempat terkena cupanganku.

“Dwi, ganti posisi dong” kataku. Lalu Dwi berdiri dan segera kuposisikan dirinya untuk menungging serta tangannya bertumpu pada meja. Dari posisi ini terlihat liang vaginanya yang memerah tampak semakin menggairahkan. Akupun segera memasukkan penisku dari belakang. “aahh, pelan – pelan sayang” kata Dwi. Akupun menggenjot tubuhnya sampai payudaranya berguncang – guncang dengan indahnya. 

aaah aah aachhh tama....

suara Dwi yang mengerang terus, ditambah dengan cairannya yang makin banjir membuatku semakin tidak berdaya menahan pertahanan penisku. 
“Ooohh…yeahh ! fu*k me like that…
uuhh…i’m your bitch now !” erang Dwi liar. “Aduhh.. aahh.. gila Dwi.. enak banget!”
ceracauku sambil merem-melek. “Oohh.. terus Tama.. kocok terus” Dwi terus mendesah dan meremas-remas dadanya sendiri, wajahnya sudah memerah saking terangsangnya. “Yak.. dikit lagi.. aahh.. Tama.. udah mau” Dwi mempercepat iramanya karena merasa sudah hampir klimaks. “Dwi.. Aku juga.. mau keluar.. eerrhh” geramku dengan mempercepat gerakan.

“Enak nggak Tama?” tanyanya lirih kepadaku sambil memalingkan kepalanya kebelakang
untuk menatap mataku. “Gila.. enak banget Dwi.. terusin sayang, yang kencang..”
Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah payudaranya untuk meremas – remasnya. Sesekali tanganku memutar arah ke bagian belakang untuk meremas pantatnya yang lembut. “uuhh.. sshh.. Dwi, aku udah ga tahan nih. Keluarin dimana?” tanyaku. “uuhhh.. mmh.. ssshh.. Keluarin didalam aja ya, kita barengan” kata Dwi. Makin lama goyangan penisku makin dalam dan makin cepat.. “Masukin yang dalem dooo…ngg…”, pintanya. Akupun menambah kedalaman tusukan penisku, sampai pada beberapa saat kemudian.

“aahh… Tama.. kita keluarin sekarang…” Dwi berkata sambil tiba – tiba cekikan vaginanya pada penisku terasa sangat kuat dan nikmat. Iapun keluar sambil tubuhnya bergetar. Akupun tak mampu membendung sperma pada penisku dan akhirnya kutembakkan
beberapa kali ke dalam liang vaginanya. Rasa hangat memenuhi penisku, dan disaat
bersamaan akupun memeluk Dwi dengan eratnya dari depan. Setelah beberapa lama tubuh kami yang bercucuran keringat menyatu, akhirnya akupun mengeluarkan penisku dari dalam vaginanya. Aku menyodorkan penisku ke wajah Dwi dan ia segera mengulum serta
menelan habis sperma yang masih berceceran di batang penisku. Aku menyandarkan tubuhku pada dinding ruang studio dan masih dengan posisi jongkok dihadapanku Lydia tersenyum sambil terus mengocok batang penisku tetapi semakin lama semakin cepat. Nafasku memburu kencang dan jantungku berdegub semakin tak beraturan dibuatnya, walaupun aku sangat sering masturbasi, tapi pengalaman dikocok oleh seorang cewek adalah yang pertama bagiku, apalagi ditambah pemandangan dua susu montok yang ikut
bergoyang karena gerakan pemiliknya yang sedang menocok penisku bergantian dengan
tangan kiri dan kanannya.

“Dwi.. mau keluar nih..” kataku lirih sambil memejamkan mata meresapi kenikmatan
hisapan Dwi. “Bentar, tahan dulu Tama..”jawabnya sambil melepaskan kocokannya. “Loh kok ngga dilanjutin?” tanyaku. Tanpa menjawab pertanyaanku, Dwi mendekatkan dadanya ke arah penisku dan tanpa sempat aku menebak maksudnya, dia menjepit penisku dengan kedua payudaranya yang besar itu. Sensasi luar biasa aku dapatkan dari penisku yang dijepit oleh dua gundukan kembar itu membuatku terkesiap menahan napas.
Sebelum aku sempat bertindak apa-apa, dia kembali mengocok penisku yang terjepit diantara dua susunya yang kini ditahan dengan menggunakan kedua tangannya.

Penisku serasa diurut dengan sangat nikmatnya. Terasa kurang licin, Dwi pun
melumuri payudaranya dengan liurnya sendiri. “Gila Dwi, kamu ternyata liar banget..”
Dwi hanya menjawab dengan sebuah senyuman nakal. Kali ini seluruh urat-urat dan sendi-sendi di sekujur tubuhku pun turut merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada kocokan dengan tangannya tadi. “Enak nggak Tama?” tanyanya lirih kepadaku sambil menatap mataku. “Gila.. Bukan enak lagi.. Tapi enak banget Sayang.. Terus kocok yang kencang..” Tanganku yang masih bebas kugerakkan kearah mulutnya, dan ia
langsung mengulum jariku dengan penuhnafsu. 

“Ahh.. ohh..” desahnya pelan sambil kembali memejamkan matanya. Kocokan serta
jepitan susunya yang semakin keras semakin membuatku lupa daratan.
Tak lama kemudian, “aah… Dwi aku mau keluar lagi…” setelah berkata begitu akupun menyemprotkan beberapa tetes spermaku kedalam mulutnya yang langsung ditelan habis oleh Dwi. Iapun lalu menciumku sehingga aku merasakan spermaku sendiri. Setelah selesai, kami pun berpakaian lagi. Tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepadanya, lalu akupun pulang kekostan setelah mengantarkan Dwi ke kostannya menggunakan mobilku. 

Dialam mobil ia berkata bahwa ia sangat puas setelah bercinta denganku serta menginginkan untuk mengulanginya kapan – kapan. Akupun segera menyanggupi dan mencium mesra bibirnya. Setelah itu aku mengarahkan mobilku ke kostanku yang berada di daerah Dago. Soal kuliahnya Pak Noel, aku sudah cuek karena hari itu aku mendapatkan anugerah yang tidak terkira, yaitu bisa bercinta dengan Dwi. Sekian heheh, nungguin cerita berikutnya dari shinta ya.
Salam crottt :*

Bidan Toket Gede Kesayaganku

Halo semua, kali ini sinta akan bagiin cerita seks yang pastinya buat punya pembaca terbawa suasana hot dengan bidan sexy yg satu ini, yok sange-sangean bareng dan selamat membaca guys...

Hasil gambar untuk bidan bugil
  Namanya widiastuti, aku memanggilnya bu widi atau bu bidan karena dia adalah bidan desa tempatku sekarang tinggal, umur 35 th dan sudah 8 th menikah tapi belum dikaruniani anak. awalnya kenal dengannya kurang lebih 4 th yang lalu yang sebelumnya lebih dulu kenal dengan suaminya yang bernama yanto yang sama sama berprofesi pemasok onderdil mobil.
Singkat cerita pada tahun pertama pernikahanku, istriku melahirkan seorang bayi laki laki dan persalinannya dibantu bu bidan widi.semua berjalan biasa saja sampai ketika itu jam 11 malem 2 jam setelah proses persalinan normal istriku aku disuruh mengambil obat obatan buat anak dan istriku dirumah bu widi.tanpa banyak pikir akupun bergegas kerumah bu widi yang berjarak 50m.lampu ruang tamu n tempat prakteknya masih menyala, agak ragu ragu karena takut mengganggu,lalu….
Ting toooongggg
Pintu tempat praktek bu widi tak lama terbuka
“eh mas fahmi,masuk mas”sambut bu widi
“iya bu”balesku
“duduk dulu mas,tak ngracik obat dulu”sambung bu widi
“ya bu”aku cuma ber-iya iya aja
“enak ya mas udah punya istri cantik sekarang sudah ada dede juga,cowok lagi”bu widi mulai buka obrolan sambil ngracik obat
“alhamdulillah bu,dikasih amanah sama sang kholiq”jawabku
“aku juga pengin banget sebenernya”katanya
“ya tinggal bilang aja sama mas yanto donk bu”lanjutku
“emang mas yanto kemana bu koq gak keliatan”aku coba ganti topik obrolan
“tadi sih telpon katanya mo ngecek barang yang baru datang,jadi pulangnya telat”jawab bu widi
“lo bukannya mas juga ngeceknya sama kaya mas yanto?”sambungnya
“iya sih kemarin udah sepakat mo bareng ke tokonya tapi aku tadi pagi dah nyuruh toni buat ngecek coz aku bakal ndampingi istri mo melahirkan”jawabku
“duh bertanggung jawab banget kayaknya mas fahmi ini”lanjutnya sambil tersenyum kepadaku
“hehe…gitu deh bu”
Tak lama obat pun selesai diracik
“ini mas obatnya,aturan pakainya ada di bungkusnya ya mas”kata bu widi
“iya bu makasih,permisi sekalian bu”kataku
“iya mas………mas yanto kayaknya gak bisa ngasih anak deh”deg jatungku serasa berhenti
Kenapa bu widi bilang begitu ya?pikirku
“ah jangan bilang gitu bu,belum diamanahi mungkin”
“emang iya koq mas,ya nasibku mungkin,andai saja mas yanto kaya mas fahmi pasti enak deh”senyumnya genit
“ya usaha n tawakal aja bu….eh enak apa maksudnya neh bu”tanyaku
“ya enak…enak jadi istrinya pasti dikelonin terus”
“sama istri sendiri ini kan gak apa apa toh bu”
“iya sih tapi aku jadi ngiri deh”sahut bu widi
Sejenak aku mikir nakal
“ngiri minta dikelonin juga?”candaku setengah mancing
“boleh kalo mas fahmi ada waktu”jawabnya seraya tersenyum
“ah udah ah malah ngelantur,aku permisi bu udah malem”
“ok mas,ati ati”jawabnya
akupun segera beranjak takut ada setan lewat….hehe
Setelah kejadian itu entah kenapa bu widi selalu datang kerumah dengan berbagai macem alesan medis dan bahkan sering ngasih sesuatu ke anakku yang masih bayi dan selama itu sikapnya ke aku terbilang biasa aja sampai waktu itu hari senin jam 09.00 pagi hari,aku yang kebetulan malamnya habis cek dropan barang sengaja gak ke toko karena kebetulan babysitterku lagi ada hajatan dirumahnya dan anakku sudah berusia 4bulan, jadi sudah agak mudah dimomong
“lagi apa mas”sms masuk dihapeku
“ini siapa ya?”balesku
“widi mas…gimana kabar?”
“eh bu widi…baik bu,ini lagi momong anak”balesku
“loh ibunya kemana?”balesnya
“kerja bu,udah aktif lagi.eh tau nomorku dari mana?”
“dari hape mas yanto”
Aku tidak membales sms terakhirnya karena harus nimang anak di ayunan coz udah terlelap.
Sudah 4bulan lamanya sejak obrolan dimalam itu
“saya mau ngecek kesehatan nabil mas,boleh?”smsnya lagi
“boleh,bukannya kemarin udah ya bu?”
“ada yang kelupaan mas”
kemudian
tok tok took
Assalamu’alaikum…..
Wa’alaikum salam…..
Aku bergegas ke arah pintu dan membukanya
“eh bu widi,mari masuk”kataku
Tak lama anakku pun di perikasanya
“susunya pake ASI apa formula mas?”tanyanya
“sekarang formula bu, ASI cuma bertahan 2 bulan habis itu gak mau lagi”jawabku
“gak mau apa gak boleh sama bapaknya?”candanya
“hehe bisa aja bu widi ini emang anakknya gak mau bu mungkin ASInya gak lancar”
“owh…gitu ya”
“gimana yang katanya mau ngelonin aku”ucap bu widi tiba tiba
“eh eeeeehh…mmmmmm waktu itu cuma becanda bu,dari pada bingung mau ngobrol apa”sahutku sambil cengar cengir
“loh padahal aku ngarepnya beneran loh”kali ini tatapannya serius
Aku pun terdiam bingung mau mgomong apa
“tapi mana mungkin juga mas fahmi ini mau sama aku yang udah tua”
“kalo dikasih sih ya mau mau aja toh bu”aku menimpalinya dan pikirku selisih umurku hanya 6tahun dibawahnya.
Bu widi menoleh ke aku yang sedang duduk di sofa kasur diruang keluarga, kemudian meletakkan anakku yang tadi digendongnya di ayunan, dia menghampiriku lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku, dia melumat bibirku dan memainkan lidahnya dirongga mulutku, Aku tersentak kaget dan tak berapa lama akupun balas pagutannya dengan gigitan kecil mesra, bu widi melepaskan ciumannya dan berkata
“aku pengin ngrasain spermamu mas”
Aku lanjutkan mencium bibirnya dan begitu lama kami berciuman, tangankupun mulai aktip bergerilya di sekitar dadanya dan memainkan gundukan gunung kembarnya yang masih tertutup blazer n dalemannya…
Wah gede banget, pikirku. kuhentikan ciumanku ku buka blazer n kusingkap tanktopnya, ternyata gak pake BH, langsung ku remes gunung kembar itu dan kupilin puting susunya sementara bibirku dan bibir bu widi masih saling berpagutan
“aaaaahhhhh…massssssshhh” Bu widi mendesah saat aku mulai menjilati dan mengenyot susunya yang kiri sedang susu kanannya kuremas dan kupilin puting pinknya. bu widipun tak tinggal diam, tangannya menggrayangi celana pendekku, mengusap ngusap kontolku yang sudah berontak tegang di celana pendekku yang tak berCD, sambil mendesah coz teteknya ku mainin, bu widi menyusupkan tangannya kedalam celana pendekku yang berkolor mencari pusaka tersembunyi. bu widi mendorong ku agar tiduran sementara mulut dan tanganku masih asik maenan susu gede bu widi.
Bu widi memutar badannya hingga posisinya diatasku dan susunya dibiarkan menggelantung dikenyot aku. bu widi memlorotin kolorku dan terpampanglah pusakaku, aku hanya memakai singlet aja setelahnya. Bu widi mencabut susunya dari seponganku dan merangkak menuju kontolku, mengelusnya dan mengocoknya sebentar lalu dikulumnya kontolku hingga membuatku merinding, sementara aku pun menyibak roknya dan terkaget bu widi gak pake CD, Langsung saja ku jilat memeknya yang udah basah, ku jilat memeknya dan ku gigit ringan itilnya namun jeritannya tak terdengar keras coz mulutnya dipenuhi batang kontolku dan kami pun ber69 cukup lama hingga
“aaaaaaaaahhhhhhhhh
sssssshhhhhh..massssssshhh”
memeknya ditekankan ke wajahku sambil badannya bergetar hebat dan keluarlah cairan khas wanita orgasme. bu widi bangkit melucuti pakaian dan roknya yang masih menempel dibadannya sedang aku masih terlentang di sofa dengan kontol yang berdiri tegak, bu widi menaikiku dan posisi kami behadapan, dipegangnya kontolku diarahkan ke memeknya dan bleeeessssss…
ambles semua kontolku ke dalam memeknya yang basah, didiamkanya sebentar dan bu widipun mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur perlahan lahan memompa kontolku didalam memeknya dan lama kelamaan goyangan maju mundurnya mulai dipercepat dan semakin cepat dan akupun mengimbanginya ikut bergoyang mengikuti irama goyangan pantat bu widi, kedua tangannya mengamit tanganku dan meremaskan di teteknya, bu widipun mengeluh menengadahkan kepalanya dan mencengkeram kuat tanganku yang sedang meremas kedua teteknya
“uuuuuuuuhhhhhhgggggg masssshhh………”
bu widi ambruk didadaku, dia tersenyum dan, mencium lembut bibir sementara aku menggoyang goyangkan kontolku yang masih terbenam di memeknya yang sudah orgasme dua kali, bu widi bangkit lagi jongkok diatasku dengan memeknya masih tertusuk kontolku yang masih tegar, dia naik turun diatasku sambil merem melek menikmati surga dunia, sementara teteknya juga ikut naik turun akibat gerak naik turun memompa kontolku, kali ini aku diam saja menikmati pemandangan itu. Sekali kali dimentokin kontolku hingga menyentuh rahimnya sambil dia goyangin pantatnya ke kanan kekiri dan tak lama
“ouuuuchhhh masssssshhh…”
Kontolku basah oleh cairan memeknya yang orgasme yang ketiga kalinya. Bu widi ambruk di dadaku lagi dengan kontolku masih menancap tegang di memeknya
“mas ayo digoyang lagi”
Aku tak menyahutnya coz Aku langsung menaik turunkan pantatku, kontolkupun naik turun di memeknya, tiba tiba bu widi bangkit dan nungging sambil berpegangan sandaran sofa kasur, Akupun paham langsung mengarahkan kontolku ke memeknya dari belakang, aku genjot kencang tak pedulikan erangan dan racauan bu widi, ku remas kupukul pukul pantatnya
Dan tak lama…
“bu..aku mau keluaaaaaaarhhhhhhh”
“didalam ajaaaahhhh…akk…uuuhhh jugaaaaaah mau keluaaaar ohhhhhh”
Crot crot croooooooooottttt
spermaku muncrat didalam memek bu widi, Kontolku ku biarkan dimemeknya,ku peluk bu widi dari belakang, kucium tengkuknya sambil kuremas gemas kedua teteknya
“emang gak apa apa bu?”
“gak apa apa mas,tenang aja,aku numpang ke kamar mandi dulu ya mas”
Ku cabut kontolku, kupandangi goyangan pantatnya saat telanjang menuju kamar mandi buat bersih bersih, tak lama bu widi kembali dari bersih bersihnya, kupandangi teteknya yang menggelayut besar didadanya dan kubiarkan Bu widi merapihkan penampilannya lagi, sementara aku cuma pake tisu basah anakku untuk bersihin kontolku dan kupakai lagi kolorku
“makasih ya mas, aku pulang dulu ya”
Bilangnya sambil mengecup
Bibirku dan lalu berlalu dari hadapanku.
Hampir seminggu ga ada kabar,pada hari minggu istriku ditelpon bu widi katanya hari ini jadwalnya imunisasi tahap 5. istriku tak seperti biasa, hari itu mengajakku untuk mengimunisasi anakku dirumah bu widi dan aku pun menggendong anakku, setelah diimunisasi pas mau pulang istriku kebelet pipis dan memohon ijin buat pipis di wc tempat praktek bu widi. Kesempatan itu bu widi bilang ke aku kalo dia udah telat mens, aku kaget tapi bu widi malah tersenyum gembira.
sesampainya dirumah aku berusaha menghilangkan pikiran bu widi yang telat mens setelah berhubungan denganku, hampir tak bisa menghilangkan pikiran andai istriku tidak mengajak bersetubuh.
hari itu hari senin jam 4 sore aku pulang ke rumah dan seperti biasa aku melewati jalan pintas beraspal yang melintas melingkari rumah bu widi dari belakang sampai kedepan halaman rumahnya coz rumah bu widi terletak di pojok jalan komplek tempatku tinggal. ku lihat bu widi sedang membuang sampah dibelakang rumah dan melihatku melintas, dipanggilnya aku
“udah pulang mas???koq pake motor???”sapanya
“iya bu, lagi pengin motor aja biar irit”jawabku sambil tersenyum.
“mampir sini mas, mas yanto lembur lagi cek dropan barang”
“ga enak bu takut dilihat orang nanti bisa celaka”
“masukin aja motornya lewat dapurku mas, ayolah mas, mau ya????”pintanya sambil tersenyum genit
“oke deh bu”sahutku segera memasukkan motorku lewat dapur bu widi yang tembus ke garasi mobilnya.
bu widi membuatkan es sirup kesukaanku dan ketika menyuguhkan es sirup, teteknya terpampang jelas di wajahku coz dia memakai kaos berkerah rendah, langsung ku tarik tangannya hingga bu widi tersungkur ke arahku, kucium bibirnya dengan ganas, kukulum lidahnya dan kumainkan lidahku di rongga mulutnya, bu widi membalas pagutanku. begitu lama kami berciuman, bu widi melepaskan ciumannya
“diminum dulu mas kan cape n haus”
akupun meminum es sirup dan kulihat bu widi membuka kaosnya dan terlihat jelas teteknya yang gede tanpa tersanggah BH, es sirup rasa susu cap nona neh batinku. kuletakkan gelas es sirup yang telah habis ku minum langsung ku soso tetek gede yang ngganggur dihadapanku, ku kenyot kencang sampai bu widi melenguh, kuremas dan kupilin putingnya yang sudah mengeras sementara itu bu widi juga sibuk melepas leggingnya dan…shiiiiiiit, dia gak pake cd…anjriiiiit.
ku hentikan kenyotanku, kududukkan bu widi dan reflek kakinya langsung mengkangkang, kujilat memek n itilnya, tersebak bau khas organ memeknya, kumasukkan lidahku ke dalam memeknya sambil tanganku meremas kedua teteknya tanpa sadar bu widi mendesah menikmati lubang memeknya ku jilati, bu widi menekan kepalaku ke memeknya hingga membuatku susah bernafas tapi kutahan coz aku terus menjilati memeknya dan kuremas serta kupilin puting teteknya agar bu widi semakin dekat dengan kenikmatan orgasmenya
“aaaaaaaaaccchhhhhhhh…”
tubuhnya menggelinjang kuat ketika cairan wanitanya keluar membasahi memeknya, aku segera bangkit dan melepas celana jeansku beserta cd dan jaket yang kupakai, kubiarkan kaos tetap menempel ditubuhku,ku arahkan kontolku ke memek bu widi yang masih terlentang di sofa ruang keluarganya, kali ini dengan hati hati coz bu widi mungkin sedang mengandung janin hasil hubunganku dengannya.
perlahan namun pasti kontolku masuk keliang memeknya, aku mulai memaju mundurkan pantatku dan lama lama mulai kupercepat dan terdengan bunyi keciprak gerakan kontolku yang menusuk nusuk memek yang sudah sangat basah, nampak bu widi juga ikut menggerak gerakan pantatnya mengimbangi gerakanku. ku remas kedua teteknya yang terombang ambing akibat gerakan pompa kontolku dimemeknya, tangan bu widi mencengkeram pantatku seraya membatuku memaju mundurkan kontolku. bu widi mengejang, pahanya mengapit pingganggku kencang, dia melenguh kencang dan kontolkupun terasa tersembur cairan hangat memek bu widi orgasme.
bu widi lunglai tapi aku melanjutkan mengobel memeknya dengan kontolku, kupercepat gerakanku dan tak lama kontolku hendak mengeluarkan lahar panas, ditekannya pantatku dalam dalam dan kurasakan kontolku mentok dirahimnya dan crooot croooot crooottt..spermaku meluncur deras di dalam memeknya. masih kubiarkan kontolku didalam memek bu widi, kucium bibir bu widi, kubelai mesra rambutnya. disingkapnya kaosku, dicupangnya bekas cupangan istriku di dadaku.
“buat oleh oleh mas”candanya genit
aku tersenyum sambil mencubit puting teteknya, ku cabut kontolku, tiba tiba dipegangnya kontolku, dijilatnya dan dikulumnya kontolku hingga bersih, ngilu rasanya
“biar gak usah ke kamar mandi mas”timpal bu widi
“gak jijik sih bu?”tanyaku tersenyum
“enggaklah mas”jawabnya sambil makein cd ku, sebelum kontolku dimasukkan ke cd, diciumnya kontolku
“makasih ya sayaaang”ucapnya sambil mengusap lembut kontolku lalu dimasukkannya ke cd.
kupake jeansn jaketku sedang bu widi ke kamar mandi lalu mengambil bh n cd, memakainya lalu kaos n legging baru dipakai. aku pamit pulang, mengambil motor dan keluar lewat garasi mobil.
hari hari selanjutnya tiap suaminya gak ada dirumah n tiap ada kesempatan selalu melakukan hubungan sex. hal ini tanpa dicurigai suaminya karena bu widi juga selalu melayani suaminya meski katanya kurang puas, pun istriku karena aku selalu rutin tanpa mengurangi rasa dalam hubungan sexku dengan istri.



Cewek Seksi Pamer Memek Sempit

   Salam crooott,, ada yang baru lagi nih guys. Memek sempit memang selalu menjadi incaran, siapa sih yang tidak pengen memek sempit?, ga bisa dapetin memek sempit, minimal nikmatin fotonya duilu guys, syukur2 dapat dp[erti yang di artikel ini, hehehehehe
Buat pecinta foto seksi bugil, bisa nikmati ini guys,
Selamat menikmati dan salam croottt,,































































   Nah, gimana guys?, menantang ga foto foto nya?, jangan lupa tinggalkan komentar yah guiys, untuk menambah semangat mimin buat upload lebih banyak lagi, dan jangan lupa untuk datang kembali guys,,

Kumpulan Bokep Terbaru

Salam jumpa lagi disini guys. Admin punya yang baru nih guys, buat kita sedot bersama.
Buat agan - agan yang mau download video seks terbaru, bisa disedot dibawah gan.
salam croot dan slaamat menikmati , , , ,
Caranya gampang kog guys, tinggal klik linkk DISINI lalu tunggu 5 detik dan klik SKIP ADD. Nikmatin deh filmnya heheh gampang kan?

Hasil gambar untuk Bugil

1. Beautiful Sex With Sweet Baby. sedot DISINI

2. Blonde Gets Puonded her Russian Ass, sedot DISINI

3. Brides Have Sex With Her Groom's Groomsman, sedot DISINI


    Nanti untuk video - video terbaru lainya akan kita upload lagi guys, untuk sekarang cukup itu dulu, dijamin croot gan, jadi sbelum nyedot, siapin tisu dulu pastinya, hehehehe

    Jangan lupa tinggalkan komentar guys, biar kita lebih semangat lagi upload video seks terbaru,,,


Friday, April 28, 2017

Kenikmatan Bersama Rista Jilbobs

Salam croott, kali ini mimin akan bagikan satu cerita seks yang pastinya bakal menggugah selera nafsu kita semua, tapi ingat, sebelum membaca siapkan dulu tisu basah, buat jaga2 aja guys, udah pada siap smua blom? selamat membaca,,cekidoootttt

Dipojok sekolah terdapat bangunan diman terdengar suara desahan yang halus dan agak samar samar, desahan itu terdengar seperti ditahan tahan ternyata dibalik toilet khusus guru ada seorang pria yang sengaja ingin mendengarkan desahan lebih keras dia menempelkan kupingnya di dinding toilet, Pria tersebut dikenal sebagai guru olahraga namanya Bapak Adi.
Hasil gambar untuk PNS Jilbobs bugil

Didalam toilet ada sosok wanita dengan setelah pakain gurunya nampak dia sedang duduk di sebelah bak kamar mandi memaki jilbab panjang yang berwarna putih yang membalut kepalanya, Rok yang menutupi kakinya dinaikkan diatas jarinya yang lentik itu meraba raba klitorisnya, terlihat matanya yang sayup sayup dan suara desahan kecil keluar dari bibir yang manis itu.
“sshh..emhhh”.

Sekarang perempuan cantik berjilbab itu nampak berpindah posisi menghadap tembok sembari membungkuk menahan tubuhnya di tembok toilet dengan sedikit menungging. Tangan kanannya bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisnya dari depan.

”Uuuh…mmhhh…ssshhh…”, desis wanita berjilbab itu pelan tertahan.

Keringat nampak mulai mengalir dari atas keningnya. Saat PNS manis berjilbab itu hampir tiba di puncak kenikmatan, tiba-tiba,”Braaak!!”, bunyi pintu toilet didobrak paksa.

”Ustazah Rista!”, kata orang yang berdiri di depan pintu toilet.

Matanya yang tidak berkedip sedikitpun melihat perempuan cantik berseragam dan berjilbab itu.
Diapun tersentak kaget,

“Ustad Adi!!”, katanya kaget setengah berteriak.

Karena kaget dan tidak tahu berbuat apa, yang dipanggil Ustazah Rista alias PaRista perempuan berjilbab itu langsung jongkok merapatkan kakinya, namun tangannya masih berada diantara selangkangan. Rista yang begitu kaget sampai lupa menarik tangannya dari situ.

”Ustad Adiiii keluar!!”, hardiknya panik.

Wajahnya yang cantik terbungkus jilbab putih sedada itu nampak pucat karena takut dan malu. Yang dihardik, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya.

”Ngapain pak??!!… Keluar!!”, hardik Rista sekali lagi sembari tetap berjongkok sambil merapikan rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap sampai sepinggul.

”Ustazah Rista”, kata Adi seraya mendeka dan mendekap tubuh guru perempuan berjilbab itu.

Perempuan itu terhenyak kaget, tapi tidak berani berteriak karena takut kalau-kalau ada orang yang mengetahui kalau dia bermasturbasi di toilet sekolah.

”Jangaan pak”, ronta Rista seraya berusaha melepaskan dekapannya.
Perempuan berjilbab itu menggeser tubuhnya untuk melepaskan diri dari dekapan pria tersebut, namun dia tetap mendekap Rista erat-erat. Sampai-sampai PNS berjilbab itu hampir menabrak dinding.

”Tolong…jangan paak”, pintanya dengan suara memelas ketakutan.

Namun pria paruh baya tersebut tidak menggubris rengekan gadis berjilbab berusia 24 tahun itu bahkan dia malah mendekatkan wajahnya serta menciumi leher Rista yang tertutup jilbab putihnya.
”Jangaaan”, pinta Rista dengan pekik tertahan.

Adi nampak begitu beringas dengan nafas mendengus sambil menciumi leher yang tertutup jilbab putih. Tangannya mulai meraba-raba buah dada guru berjilbab itu dari luar baju seragam coklat mudanya. Rista sadar kalau dia terjebak makanya dia berusaha melawan. Dengan sekuat tenaga didorong tubuhnya dan berhasil. Pria itu terjatuh di lantai toilet.

Memanfatkan situasi itu, Rista bergegas ke arah pintu. Namun tatkala hendak mencoba membuka grendel pintu toilet, tangan PNS berjilbab itu tertahan oleh tangan Adi yang kekar.

”Lepaskan”, kata Rista meronta.

Namun Adi yang sudah kesetanan itu tidak mendengarkannya lagi. Pria itu malah memiting tangan kanan guru cantik berjilbab itu ke belakang dengan kasar, sedang tangannya yang lain menahan tangan kiri Rista di dinding. Perempuan berjilbab itu terjebak nampak tubuhnya seperti terkunci dan tidak bisa bergerak.

”Adaammmm …sakit..lepaskan”, pinta Rista dengan suara memelas.

”Ustazah Rista… biarkan aku…”, bisik pria itu ketelinga Rista yang tertutup jilbab itu disertai dengusan.

“Ahhh lepaskan”, pinta guru SD yang cantik itu memohon lagi begitu mengetahui tubuh kekar pria itu menekan tubuh Rista ke dinding.

Perempuan berjilbab putih itu nampak panik ketakutan ketika merasa ada benda yang keras kenyal menekan kearah bokongnya yang tertutup rok panjang berwarna coklat muda itu.
Guru perempuan itu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangan Adi.

”Sebaiknya Ustazah Rista jangan berisik, nanti ada orang yang dengar. Biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau Ustazah Ristauah masturbasi di kamar mandi”, ancam Adi.

Ancamannya begitu mengena sehingga guru cantik berjilbab itu menghentikan perlawanannya.
Mengetahui mangsanya mengendurkan perlawanan, tangan-tangan kekar pria itu menarik kedua tangan Rista merapat kedinding hingga saling berhimpitan.

“Jangan paak, kumohhhon jangaan”, pinta guru berjilbab itu memelas kepada Adi.

Tapi sia-sia, tangan kanan pria itu dengan bebas meraba-raba buah dada Rista sambil sesekali meremasnya. Sedangkan tangan kiri pria itu mengunci kedua pergelangan tangan Rista yang merapat didinding. Ekspresi wajah berbalut jilbab putih itu terlihat ketakutan bercampur sendu.

“Aahh Ustazah Rista….teteknya gede banget emmhh…”, kata-kata kotor sekaligus memuji keindahan tubuh Rista keluar dari mulutnya. Kurang puas meraba buah dada perempuan berjilbab itu dari luar blazer lengan panjang berwarna coklat muda tersebut, tangan Adi yang kasar meyusup masuk kedalam baju yang dikenakan Rista.

”Ammpuun pak lepaskan”, mohon Rista kala pria itu mulai memeras kedua buah dadanya.
Namun Adi tidak menggubrisnya, malah guru cantik berjilbab itu merasakan penis pria itu sudah sangat keras sekali menabrak-nabrak pantatnya. Ini semua menandakan dia benar benar sudah sangat ingin menyetubuhi Rista.

”Ugghh…sssayaang…puaskan kont0lku sekarang yah?”, bisik Adi pelan penuh nafsu sambil menarik rok panjang semata kaki coklat muda Rista keatas.
“Pakk..jangan…jangan. Kasihani saya”, kata guru berjilbab itu memelas putus asa.

Sepertinya apapun yang dikatakan Rista tidak dapat membendung nafsu setan Adi. Sejenak Rista tidak merasakan tangan kanan pria itu meraba-raba tubuhnya.

Penasaran apa yang Ristakukannya, guru berjilbab itu menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya Rista tatkala melihat pria itu mengeluarkan penisnya.

Meski guru cantik berjilbab itu tidak melihat dengan jelas namun bisa terlihat bentuk penis pria tersebut besar dan hitam legam keluar dari sarangnya.

Belum hilang rasa kaget Rista, Adi menekan tubuh perempuan berjilbab putih itu hingga menempel ke dinding. Dirasakannya benda kenyal dan keras itu sedang menggesek-gesek dan menabrak pantat Rista.

”Ssshhh pantatmu montok banget sayang..”, kata Adi seraya meremas remas pantat guru cantik berjilbab itu.

Rista terhenyak kaget karena teringat ketika bermasturbasi tadi dia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu toilet.

Rista nampak sudah pasrah karena meras tidak mungkin lepas. Terasa oleh guru berjilbab itu sebuah benda keras dan kenyal sedang menggesek-gesek belahan vagina miliknya yang licin seperti mencari-cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti tepat di celah bibir vagina Rista.

”Ampun pak…Jangan…tolong kumohon..”, pinta Rista lagi putus asa kala menyadari dalam hitungan detik penis Adi akan segera masuk kedalam tubuhnya.

”Oohh…Ustazah Rista udah lama saya pengen giniin kamu. Kamu seksi banget”, jawabnya tanpa memperdulikan permohonan perempuan berjilbab itu.

Dan tiba tiba terasa oleh Rista pria tersebut mulai bergerak menyeruak masuk membelah bibir vagina miliknya. Panik, Rista sekuat tenaga mencoba melawan dengan sisa-sisa harapannya. Namun bukannya terlepas tapi malah karena gerakan tubuh Rista penis pria itu malah makin terbenam masuk ke dalam lubang vagina miliknya.

”Aaaah tidaaak!!”, jeritnya dalam hati ketika merasakan batang kejantanan pria itu membenam memenuhi vaginanya.

Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab putih itu nampak ingin menangis sembari menggigit bibirnya.
Sungguh , vagina Rista yang sudah basah ketika bermasturbasi tadi malah memudahkan batang penis Adi itu masuk. Penis yang besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang vagina Rista dengan gerakan pelan tapi pasti.

”Uugghh…mmmh.. Ristaaa, memmme3kmu enak banget…ooohhh…”, desahnya meracau didekat telinga Rista yang tertutupi jilbab ketika penisnya dibenamkan sedalam mungkin hingga menyentuh rahim miliknya.

”Nnggghh…mmmhh……”, desah Rista seolah membalas racauan nikmat Adi. dalam hati.
Raut wajah cantik yang terbalut jilbab putih itu nampak sedikit mengernyit seakan menahan perih karena mungkin belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke dalam vaginanya.

Ketika batangan itu amblas, Rista terdiam, antara bingung, takut, takjub, nikmat dan kaget. Semuanya itu berkecamuk dikepalanya.

Rista pasrah, tidak mengeluarkan sepatah katapun, tidak menyangka fantasinya untuk bercinta di toilet sekolah dan disetubuhi dari belakang kesampaian juga, tetapi bedanya bukan dengan sosok pria yang ada dlam fantasinya selama ini.

Tapi kenyataannya, laki-laki yang sedang mendesah-desah dibelakang perempuan berjilbab ini, yang sedang membenamkan dan memaju mundurkan penisnya ke dalam lubang surgawinya ini adalah penjaga sekolah dasar ini.

Kenyataan yang harus diterima Rista kala Adilah yang sedang asyik menikmati dan memompa penisnya keluar masuk di lubang kemaluan miliknya.

”Oooh Innnahh…sssayyanghh…ohhh enaknyah”, desah Adi sambil meracau nikmat berkali kali.
”Sshh…ngghh..mmmh”, desis Rista kecil seakan mulai merasakan nikmatnya genjotan Adi.

Guru Olah raga itu terus menyodok dan memompa penis miliknya sedalam-dalamnya tanpa henti. Kedua tangan Rista masih ditahan oleh tangannya yang kekar di dinding toilet. Makin lama perempuan cantik berjilbab ini hanyut oleh getaran birahi yang mulai menebarkan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.

“Sshh…mmmh…mmmmh”, desis Rista pelan dengan tubuh yang terguncang-guncang menerima sodokan penis Adi dari belakang.

“Enakkan sayyanggh..?”, tanya Adi tiba tiba.

Rista hanya terdiam malu, tidak berani berkomentar seraya menundukkan wajahnya yang terbalut jilbab itu seraya mencoba menghindari usaha bibir Adi yang ingin mengecup pipi kanannya.

“Tunggingin dikit dong sayanghh..”, pinta Adi sambil menarik bongkahan pantat guru berjilbab itu keatas.
Tanpa menjawab Rista menunggingkan sedikit pantatnya.
”Emmh pantat kamu memang montok banget sayang, nggak salah apa yang aku khayalkan selama ini”, ujar Adi seraya meremas remas bokong Rista dengan gemas.

Sambil tangan kirinya menahan pinggul guru cantik berjilbab itu, Adi kembali menyodokkan penisnya kembali.

“Ough.. pak pelan..”, pinta Rista kala merasakan penetrasinya terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Mungkin karena perempuan berjilbab itu menunggingkan pantatnya sehingga posisi vagina itu benar-benar bebas hambatan.

Adi tidak memperlambat sodokannya malah dipercepat, membuat Rista mulai mendesah pelan penuh nikmat.

”Sshh..ngghh..”, desis Rista pelan kala merasakan gesekan batangan Adi di lubang vaginanya.

Melihat tubuh guru berjilbab yang terdorong dorong ke depan, Adi dengan sengaja melepaskan kedua tangan Rista sehingga ia dapat menahan tekanan tubuh pria itu dengan kedua tangan Rista bertumpu pada tembok.

”Sshh…gilaa nikmatth banget”, erang Adi seraya kedua-tangannya mencengkeram dan meremas remas bokong yang bulat padat milik guru cantik berjilbab itu sambil tidak berhenti menyodok-nyodokkan penisnya

”Ooh…sayyangghh..oooh”, desah Adi semakin kencang.

“Ohh…ngghh..pp..pak…ja..jangan berisik pak..”, pinta Rista karena takut desahannya didengar orang.

”I..i..iyahh..Innhh.. emhh abis mem3kmu enak bangetthh…ughh..”, katanya pelan dengan nafas menderu.

Sodokan pria tersebut semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokong guru cantik berjilbab itu, Adi menguakkan belahan pantat Rista. Dan satu jari pria itu mulai membelai anus Rista. Kontan Rista menggeliat seraya menggoyang pantatnya kekanan dan kekiri karena kegelian.

”Ooooh… Ustad Adi..oooh”, Rista tidak lagi mendesis tetapi mendesah karena rasa nikmat yang tercipta dari sodokan penis Adi ditambah gesekan jarinya yang membelai anus milik gadis berjilbab itu.

Semua seperti racikan yang pas membuat guru SD berjilbab itu lupa diri membuatnya tidak dapat membendung desahan nikmat yang keluar dari bibirnya.

“Ooghh…oohhh…ngghh..”, desah Rista menggila kala jari Adi menusuk-nusuk kedalam anus guru berjilbab itu.

Refleks, pantat Rista semakin menungging. Setiap kali pria itu menarik penisnya jari ditusukkan kedalam anus Rista.

Gerakan dua insan yang berlainan jenis itu semakin panas. Pantat guru cantik berjilbab itu nampak bergetar-getar hebat kala penis dan selangkangan Adi membentur-bentur keras bokong Rista.

Kepala Rista yang terbungkus oleh jilbab putih itu nampak mengangguk-angguk kepayahan menerima sodokan Adi sedari tadi. Desahan dan racauan dari mulut kedua mahluk lain jenis ini juga semakin tidak karuan.

Baju seragam PNS coklat muda serta jilbab putih yang dikenakan Rista nampak basah kuyup akibat keringat serta suhu lembab dan panasnya persetubuhan itu.

“Akkuu..mau keluar..ahh…Ristaaaa”, erang Adi yang hendak mencapai klimaksnya.

”Oooh…emmmh”, desah Rista lebih keras seraya merapatkan tubuhnya ke dinding diikuti Adi dengan menyodokkan penisnya dalam-dalam. Bahkan Adi juga menusukkan jarinya sampai amblas kedalam lubang anus Rista.

”Aakkhhhh….”, pekik tertahan guru cantik berjilbab itu panjang tanda dia mencapai puncak orgasmenya (walau kenyataannya guru berjilbab itu habis diperkosa).

Ditelannya air liurnya sendiri seraya menikmati sisa kenikmatan puncak orgasme tadi, sedang penis Adi ternyata masih sibuk memompa liang vagina Rista. Kedua tangannya memcengkeram pantat yang bulat dan padat itu sambil memompa penisnya dengan ganas.

Dan, “Okkhh…Ristaa..oooh”, erang Adi sambil menghentakkan selangkangannnya rapat-rapat ke pantat Rista sambil menekan tubuh guru berjilbab itu hingga tertekan kedinding.

Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab itu nampak kaget kala menyadari penis Adi menyemburkan sperma hangat memenuhi rahim miliknya. Berkali-kali pria itu menghentakkan penisnya dalam-dalam membuat tubuh Rista terdorong ke tembok.

”Ooh… emmmh…”, desah Rista sang guru berjilbab itu tanpa sadar ikut menikmati sensasi Adi berorgasme di dalam liang vaginanya.

Denyutan serta semprotan spermanya berhamburan hangat keluar membasahi rahim Rista.

Sekilas raut wajah guru cantik berjilbab itu seakan tersadar kembali. Dirapatkan tubuhnya kedinding dan menarik nafas seraya teringat kalau dia memang sudah mau haid. Dalam hati Rista hanya bisa berharap spermanya tidak membuahi telur dirahimnya.

”Ustazah Rista…emmh”, desah pria itu seraya mencoba mencium pipi Rista.

Guru berjilbab itu menolak sembari mendorong Adi dengan mata melotot. Melihat Rista yang protes, Adi segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu.

”Cepat keluar pak”, hardik Rista dengan suara lantang sambil merapikan rok panjangnya.
Adi tanpa berkata apa-apa langsung keluar dari toilet. Guru berjilbab itu lalu langsung membersihkan kemaluannya dari sperma Adi yang mengalir keluar.

”Ihh…banyak banget spermanya”, pekik Rista dalam hati.

Selesai merapikan baju seragam PNS-nya, guru berjilbab itu lalu mengendap endap keluar toilet dengan hati berdebar, takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet. Dan Rista pun pulang dengan perasaan berkecamuk, apakah dia baru saja dipaksa berhubungan seks oleh orang yang tidak diinginkannya ataukah dia memang justru menikmatinya? Ahh…entahlah.