Tuesday, May 2, 2017

Pesta Seks

Shinta mau bagiin cerita seks panas nih guys, kali ini tentang pesta seks.Udah gitu, masih ikatan keluarga lagi hah? Hayoo.. pada penasaran kan semua? Yuk langsung eksekusi ceritanya

Hasil gambar untuk party seks bugil

            
Suara bel mengagetkanku saat sedang santai nonton TV dirumah paman dan bibiku.Ini adalah hari keduaku di Yogya dalam rangka persiapan test masuk perguruan tinggi di kota tsb. Dengan malas2an aku pun membukakan pintu,
“Woyyy…. Ray!! kok gak ngomong2 sih dateng ke Yogya, aku juga kangen tau..!!” sosok cantik yang memberondongku dengan kata2nya yang bawel itu adalah Dewi, anak dari salah satu pamanku di Yogya. Dewi ini memiliki wajah yang cantik agak oval, dengan hidung mancung dan kulit putih bersih. Tingginya sekitar 165 cm dengan body proporsional aduhai dan ukuran bemper depan lumayan…yaaahhh 34B deh kira2. Dibelakang Dewi ada 2 lagi sepupuku yang juga gk kalah cantik yaitu Rani 160 cm / 34B dan Anis adiknya yang memiliki tubuh lebih tinggi mungkin hampir 170 cm dengan payudara kira2 seukuran lah dengan kakaknya.
“Iya nih Ray, kenapa juga kamu gak ngabarin kita2? mang kamu cuma kangen sama Winda saja ya? Awas ya kamu..” Rani menimpali ocehan Dewi padaku.
“Iya, rencananya aku hari ini mo jalan ke tempat kalian bareng Winda, tapi tadi pagi kata Winda kalian ber 3 malah mo kesini. Ya sudah tak tunggu saja disini. Sama aja toh… weeekk” sahutku cuek.
            “Hayo buruan masuk, Winda masih tidur tuh kayaknya..” ajakku kepada mereka.
Dewi dan Rani saat itu seusia denganku (18 tahun) dan sama2 baru lulus SMU, sementara Anis 2 tahun lebih muda dan baru naik ke kelas 2 SMU.
Ketiga sepupuku inipun kemudian masuk ke dalam rumah. Aku mengikuti mereka dari belakang sambil senyum2 sendiri melihat kecantikan ke 3 sepupuku yang sudah 3 tahun tak bertemu ini. Ternyata hanya  3 tahun sudah lebih dari cukup untuk membentuk 3 remaja ingusan menjadi sosok2 wanita yang cantik dan sangat menawan..
            Dewi, dengan rambut lurus sebahu dan mengenakan kaos santai dan rok mini benar2 sangat membuatku penasaran, apakah dia senakal Winda sang empunya rumah ini yang semalam baru saja bercinta denganku. Sementara Rani dan Anis berpakaian lebih sopan dengan kemeja dan celana jeans panjang tapi tetap saja lekuk2 tubuh mereka membuat Ray juniorku bangun diam2 dalam sangkarnya.
            Tak lama kemudian, Winda keluar dari kamarnya. Nampaknya dia baru saja mandi. Dengan hanya memakai kaos model U Can See (my body).. dan celana batik kondor yang pendek banget. Dengan gaya cueknya dia menyapa ketiga bidadari lainnya ini…
            “Weyy… wess do theko toh? sorry, aku bar adhus..hehe” (Weyy… dah pada dateng ya? Sorry, aku baru aja selesai mandi)… gitu kira2 translatenya.
Pagi menjelang siang itupun kami habiskan dengan bercanda ria sambil mengenang hal-hal konyol yang dulu sering kami lakukan bersama-sama saat masih kecil. Kami berlima ini memang dari kecil akrab sekali mungkin karena kami semua seumuran. Sementara sepupu-sepupuku yang lain rata2 berusia 4-5 tahun lebih tua, bahkan ada yang berusia 15 tahun lebih tua dariku.
            Sekitar pukul 15.00 Rani dan Anis pamit karena mereka katanya ada acara lagi dengan kawan2nya. Tinggallah aku, Dewi dan Winda.
“Hehh… Win, kamu tu semalam cuma berdua sama si Ray? Pakde budhe lagi ke Magelang kan? tanya Dewi menyelidik.
“Ho oh… untung ada Ray, kalo nggak malah sendirian toh aku?” jawab Winda.
“hehehe… Ray, kamu ngaku aja deh semalam ngapain aja sama si Winda?” duuuhhhhhh…. aku benar2 terkejut tiba2 dapat pertanyaan yang to the point seperti itu.
“yeee…. kamu mau tauuuu aja. Rahasia dong ah..” sahutku sambil coba2 memancing di air keruh. Karena kalau dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya, sepertinya Dewi ini juga gak kalah berpengalaman dibanding Winda dalam urusan Sex.
“Heee… kamu nih yaa… sok rahasia-rahasiaan sama aku…” katanya sambil mencubit genit perutku.
Aku bukannya menghindar, malah kutarik aja Dewi dalam pelukanku. Kemudian kucium dengan cuek pipinya..
“Hehhh… kok malah ngesun aku toh? dasar ya kamu ini..” katanya manja.
Tapi Dewi gak marah sama sekali, malahan tangan kirinya melingkari pinggangku.
“Win…. pasti kamu semalam ehem..ehem yaaa… aku kan tau kamu… dah deh ngaku aja” tanya Dewi semakin menyelidik.
“hihihi… yo takonen si Ray wae tho Wi. ” Winda menjawab dengan sangat cuek.
Aku semakin menangkap sinyal2 positif nih. Jangan2 Dewi dan Winda ini memang saling terbuka masalah sex.
“tuh kan..!!! Ray, kamu semalam ML ya sama Winda”
Deg..!!! kali ini aku beneran kaget dengan pertanyaan Dewi yang vulgar itu, terutama untuk seorang wanita Yogya seperti dia.
“hehehe…” aku hanya menjawab dengan terkekeh.
“Iiiihhh… kamu nih ya, udah deh kalo sama aku cuek aja. Rahasia terjamin kok… asal…. hihihi”
“Asal apa?” tanyaku…
“Asal aku juga boleh ikutan nyobain ini…” Sambil tangannya tiba2 memegang kontolku dari luar celana.
“Tuh kan… belum apa2 aja kamu dah konak begini… hahahhaa”
“hahaha… Iya Ray, kalo sama Dewi kita cuek aja kok. Aku sama dia selalu saling terbuka masalah sex, yang belum pernah kita lakukan cuma… main ber 3..hahhaa”
fiuwww… aku terkejut sekaligus gembira dan horny meningkat membayangkan pesta sex dengan sepupu binal ku.
” Ray… kontolmu gede banget sih? kamu ke mak Erot yah?” Tanya Dewi dengan mimik serius tapi seperti bercanda begitu dengan cueknya dia membuka celana pendekku yang kebetulan memang gak pake retsleting tapi cuma karet saja.
“Enak aja… ini asli dong…uuhhh, enak banget sih Wi” sahutku sambil melenguh keenakan karena Dewi dengan santainya langsung mengemut kepala bajaku.
“Ssssttt…. terus Wi… uhhh sedotan kamu lebih mantep dari vacum cleaner deh…”
Dewi semakin bersemangat mengemut, menjilat dan menyedot2 kontolku. Posisi dia pun saat ini menungging sambil terus mengoralku. Posisi ini semakin memudahkanku meremas2 susunya yang kenceng banget itu.
Kemudian kulihat Winda mendekati Dewi dari belakang. Dengan santainya dia meloloskan Rok dan Celana dalam Dewi. Sementara aku meloloskan kaosnya. Hingga saat itu Dewi pun sudah telanjang bulat di hadapanku dan Winda. Kemudian tanpa kusangka- sangka, tiba2 Winda berjongkok di belakang Dewi, Windapun mulai menjilati memek Dewi yang membuat Dewi semakin menggila mengoralku. Melihat kejadian ini membuatku semakin bernapsu untuk pesta sex dengan sepupu binal ku hingga hampir meledak orgasmeku yang pertama. Menyadari ini aku segera menyetop Dewi dari sepongan mautnya.
Kemudian aku pun mulai menghisap-hisap putingnya. Dewi pun tiduran terlentang di Sofa. Aku mulai mengerjai payudaranya kiri dan kanan. Putingnya benar2 sempurna… mungil tapi sangat keras dan berwarna pink muda. Payudaranya sangat kenyal dan bahkan sedikit lebih kencang dibanding payudara Winda. Kemudian jilatankupun mulai bergerak ke arah pusar dan kemaluannya. Sebelum kujilat kemaluan Dewi, sebelumnya kucium dulu bibir Winda dengan ganas dan dia pun menyambut dengan tidak kalah liarnya.
Kemudian Winda berdiri dan melucuti semua pakaiannya. Kemudia dia berjalan ke arah wajah Dewi dan mengangkangi Dewi hingga memeknya tepat berada didepan mulut Dewi. Sementara aku mulai mengorek2 dan menjilat2 kemaluan Dewi.
Bau kemaluan Dewi ini sungguh harum. Selain itu bulunya benar2 dicukur habis hingga memek tembem itu kelihatan begitu merah merona. Mendapat serangan dariku Dewi semakin blingsatan, sementara Winda juga tidak kalah liar sambil terus menekan-nekan memeknya ke wajah Dewi…. Aku benar benar menikmati pesta sex dengan sepupu binal ku.
“Sssttt…. ooohhh.. Wi… lidahmu penak Wi… terus sedot itilku Wi…” erang Winda..
Kemudian akupun meminta Dewi untuk menungging. Sementara Winda beringsut dan berdiri dihadapan Dewi.
Akupun mulai memasukkan kontolku ke dalam memek Dewi yang masih sempit banget…
“Aaahhhh… Rayyy..Edaaannn, pelan-pelan Ray.. kontolmu gede banget..” Dewi agak terkejut ketika kepala kontolku mulai memasuki liang surganya. Akupun mulai menggenjotnya pelan-pelan…
“ooohhh… Wii… memekmu sesek banget.. hhuufffftt…ooohhh..oohhhh…” erangku keenakan
“Rayy… ooohhh penuh banget Ray…ooohh…ssstt…. genjot terus Ray…aahh…ahhh”
Aku semakin bersemangat menggenjot Dewi, sementara Winda aku lihat mengocok-ngocok memeknya dengan jari-jarinya.
Setelah sekitar 10 menit….
“OOOhhh…Raayyyy…aku keluaarr…. oohh….”
Dewi pun terkulai setelah mengalami orgasme yang Dahsyat. Sementara kontolku seperti tersiram air hangat didalam memeknya…. uuhhhh nikmatnya benar2 super duper dahsyat pesta sex dengan sepupu binal ku.
Kemudian perlahan2 aku mencabut kontolku. Dan berjalan mendekati Winda yang kelihatan sudah sangat menanti kehadiran kontol kesayangannya ini. Windapun bersandar di dinding, sementara kakinya yang sebelah kanan dinaikkan ke sandaran kursi. Akupun sambil memeluknya lalu mulai menancapkan Kontolku ke memek Winda dalam keadaan berdiri.
“Ahhh… Rayy… mantep banget sayangg….” erang Winda keenakan sambil mulai menggoyang pinggulnya.
Goyangannya ini ternyata memiliki efek yang sangat dahsyat. Memeknya terasa seperti menyedot kontolku semakin dalam ke dalam rongga-rongga memeknya.
“Ssttt…. memekmu legit banget sayang… aku pengen entotin kamu terus2an kalo begini” ucapku sambil mengulum dan menjilat daun telinga Winda.
“Ahh… iya Ray, entotin aja aku terus Ray…. oohhh, kapan aja kamu mau kamu tinggal ngomong ke aku….
oohhaahhh…sstt….oohhh”
Winda semakin menikmati genjotan-genjotanku dalam memeknya.
Kemudian Winda memintaku berbaring di karpet.. Rupanya dia sudah tidak sabar untuk posisi favoritnya waktu ngentot yaitu Woman on Top.
Winda pun mengangkangi kontolku… kemudian menancapkan Kontolku ke dalam memeknya…
Blezzz….
“Ohhh…. Win, anjritttt… memekmu sempit bangettt” erangku keenakan.
Dewi yang sudah mulai segarpun mendekati kami. Kemudian dia mencium bibirku dengan sangat liar. Tangankupun gak mau kalah meremasi payudara Dewi. Gak cukup dengan itu, Dewi kemudian mencium Winda dengan sangat liar, Winda pun mengimbangi ciuman Dewi sambil pinggulnya terus menggoyang kadang seperti goyang ngebor Inul, kadang goyang patah2 annisa bahar, dan masih banyak lagi deh.
Tangan kiriku kumanfaatkan untuk meremas payudara kanan Dewi, sementara tangan kanan meremas payudara kiri Winda. Dua wanita gila sex ini pun semakin menggila. Kemudian Dewi memberikan payudaranya ke mulutku minta dihisap. Akupun menghisap pentil merahnya itu tanpa ampun membuatnya semakin terengah2. Sekarang tangan kiriku mulai mengocok memek Dewi, sehingga posisi kami saat itu betul2 saling memberikan kenikmatan satu sama lain. Kontolku menancap di memek Winda, jariku bermain di klitoris Dewi, Mulutku mengenyot payudara Dewi, sementara Dewi dan Winda masih terus berciuman dengan sangat liar dan saling memberikan Rangsangan.
Tiba2 Winda berteriak…
“Rayy…. aku mau keluar Ray…. ooohhh…..”
“Aku juga Ray…. sstt… terus Kocok Ray…… ahhh..enak banget…”
Sementara akupun sudah hampir sampai…
dan mereka berduapun akhirnya orgasme bersamaan…
“Raayyyyy…. ooohhhhhhh…” teriak mereka bersamaan…
Akupun segera mencabut kontolku kemudian berdiri dihadapan mereka berdua.. Kemudian ku kocok dengan kecepatan tinggi karena aku sendiri juga sudah hampir orgasme.
Dewi dan Winda sama2 membuka mulutnya menunggu tembakan2 liar dari kontolku… dan…
“Aaahhhh….. ahhhh… ahhhh… aku keluaaaaaarrr…..” erangku keenakan sambil menembakkan pejuku ke mulut mereka berdua.
Dewi dan Winda seperti tidak ada puasnya dan seperti berlomba menelan pejuku sebanyak-banyaknya.
Kemudian mereka berdua segera menjilati dan menghisap kontolku secara bergantian. Semua bagian kontolku mulai dari kepalanya, batangnya sampai bijinya benar2 diusap habis dua lidah betina-betina muda dan sexy dari yogya ini.
“Heee… gila banget kamu Ray… nyesel aku baru tau kalo kontol kamu segede dan sekuat ini” kata Dewi sambil tangannya terus mengelus-elus batang dan kepala kontolku.
“hehehe… kamu sih gak pernah mau tanya-tanya ke aku… hahaha” sahutku bangga.
Tak terasa ternyata saat itu sudah pukul 17.30 Kemudian kami pun mandi bersama-sama dan kembali melakukan 
party yang luar biasa sampai pagi.
Saat ini Dewi berumur 32 tahun, memiliki 1 orang putri namun tubuhnya masih sangat terawat dan kami kadang2 masih melakukan pesta sex dengan sepupu binal ku saat aku sedang berkunjung ke Yogya, tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya dong.
Sementara Winda saat ini berumur 33 tahun, memiliki 2 orang anak. Winda tinggal di Kalimantan sekarang karena ikut dengan suaminya.
            Gimana guys ceritanya? Masih belum nganceng juga? Tenang, Shinta masih bakalan update cerita seks terbaru yang pastinya akan manjakan kalian semua, jangan lupa kasih tombol + nya ya guys biar Shinta makin semangat nge pos :*

Salam..

No comments: